Kamis, 22 Agustus 2013

Es Krim Rasa 'Kamu'

Es Krim Rasa 'kamu'

Entah, aku merasa ungkapan itu tepat.
ya, kamu. es krim rasa kamu.
rasanya? ya itulah rasamu.
menyajikan kesejukan sesaat. mungkin harus kujaga agar tetap 'utuh', harus belum mencair, belum leleh dan lenyap.
jika lengah kubiarkan? tentu layaknya es krim. leleh, pergi, hilang, habis.
jika es krim jatuh ke hamparan.
bedanya denganmu, kamu pergi dan mungkin menghindar dengan tujuan menemukan singgah lain.
diamlah aku, memikirkan, sepercik penyesalan.
kenapa harus pilih es krim rasa 'kamu' diantara yang lain?
menyesal. kenapa tidak kuletakkan es krim rasa 'kamu' itu ke dalam kobaran api sebelum kamu dahulu yang meninggalkan. agar ku tak rasakan penyesalan.
-
Judul di atas terinspirasi dari Blognya om/kakak/abang Dara Prayoga, yang berjudul sama: Es Krim "Rasa Kamu". Tentu udah dapet izin atas judul yang sama dengan yang bersangkutan.
Isinya, gue racik sendiri. mueheuhehe.

Rabu, 05 Juni 2013

Tentang Memilih Jalan Setapak Selanjutnya

Gue baru sadar, ternyata postingan terakhir, gue tulis pada saat sebelum negara api menyerang, dan Mpok Nori masih perawan.

Saat-saat ini, gue sedang disibukkan dengan kegiatan mencari pendidikan tingkat lanjut. mendapat kesempatan memilih berbagai jalan setapak berujung masa depan yang berbeda-beda. terlihat pada ujung jalan ilusi-ilusi masa depan, akankah kelak gue menjadi sarjana sukses, atau jualan somay keliling komplek.

Jadi, menurut gosip suku Maya, katanya sih gue lulus SNMPTN.
katanya sih gitu


Gue langsung datengin nyokap.
"mak liat maaakkkk!!! (dengan wajah seperti habis menang togel)"
nyokap ngeliat lalu bilang, "yah, yaudah". 
udah, gitu doang.

Tapi lalu dia bilang, katanya sih dia cukup bangga dengan gue. sedikit melegakan hati.

Ada beberapa komentar tentang minat gue melanjutkan pendidikan ini.
beberapa waktu lalu, gue berbincang dengan guru Bahasa Indonesia di sekolah.
"Kamu mau jurusan Bahasa Indonesia?"
"iya pak"
"mau jadi guru?"

"enggak. saya gak minat jadi guru pak"
"lalu? mau jadi apa kamu?"
gue diam.

"lo pengin masuk Sastra Indonesia? yakin? emang nanti jadi apa selain guru" -
salah satu teman.
"masuk Sastra Indonesa? kenapa gak masuk institut penelitian kuda poni berkelamin ganda aja?" - salah satu teman lain, dulunya waras.
"elu pengin Sastra Indonesia? elu orang Indonesia emang gak cukup udah belajar Bahasa elu sendiri?" - sepupu, mantan mahasiswa abadi.

Pertanyaan seperti yang terakhir ini nih, jadi pengin ngunyah tanah gambut.
banyak yang menganggap pelajaran Bahasa Indonesia itu gampang, karena itu adalah bahasa kita sehari-hari. Tapi, jujur, selama sekolah, jarang sekali gue mendapat nilai Bahasa Indonesia dengan sempurna, walaupun memang pelajarannya terlihat mudah, yang mungkin orang lain juga berpikir seperti itu.
hal inilah yang membuat Bahasa dan Sastra Indonesia terlihat menarik di mata gue. seperti ada rahasia terpendam yang larut dalam pelajaran ini, dan gue ingin menemukannya.


Seperti  Jim Henson bilang, “If you care about what you do and work hard at it, there isn't anything you can't do if you want to.”
yang artinya: bukalah google translate.

Sabtu, 20 April 2013

Kepada Perpisahan

Aku tidak cemas. masih beralaskan tempat tidur. tidak cemas untuk segera bersiap. tidak cemas untuk segera pergi, ke tempat pemberian ilmu (menurut mereka). atau tempat mengumpulkan seikat kenangan dan kebersamaan berpadu, dibungkus senyuman (menurutku).
hari ini, aku tidak terburu waktu.


Sudah terputar lagu Sheila On7 Ke-21 dikamarku, terdengar yang berjudul 'Sebuah Kisah Klasik'.
kali ini, aku mulai cemas.


 seperti sebuah tempat puzzle yang dinamakan sekolah, yang hampa, kosong. potongan-potongan puzzle itu telah meninggalkan. bertujuan harus mencari tempat hinggap baru. menyesuaikan tempat hinggap baru. sekalipun masih belum ingin berpindah.

aku cemas, bagaimana harus mencari cara, tempat, tujuan, rasa, dan kebersamaan seperti ini pada hempasan lain.





Kepada rasa perpisahan, aku takut kepadamu.

Sabtu, 23 Maret 2013

Pertanyan yang mungkin Tidak Butuh Jawaban

Satu.
"cepett! aduuh cepeeetann!" terlihat seorang ibu hamil di dalam taksi berteriak menuju tempat bersalin terdekat. taksi melaju cepat. hampir sampai. dan tempat bersalinnya kelewatan. taksi pun memutar balik. Lahirlah seorang anak perempuan, yang mana posisi lahirnya dikeluarkan kakinya duluan. menandakan lengkaplah ketiga anak perempuan di salah satu keluarga ini. 

Dua.
Beberapa tahun kemudian, ketika anak itu sudah bisa berpikir, dia mulai berpikir. apakah ini adalah waktu, lingkungan, dan keluarga yang tepat dari Sang pencipta? dan bagaimana kalau dia berada tidak pada waktu, lingkungan, dan keluarga saat ini.

Tiga.
Lagilah dia berpikir, bagaimana jika dia berteman bukan dengan yang ada saat ini. bagaimana jika dia tidak bersekolah di tempat sekolahnya sekarang. bagaimana jika dia tidak sering membeli dvd bajakan di tempat yang mana penjualnya itu ganteng.

Empat.
Sedang berpikir, apa yang ada di pikiran anak-anak lain yang membeli sebuah pembersih tangan multifungsi sebagai gantungan tas sekolah penunjang pergaulan, yang mana dipakainya sangat irit-irit sekali, dan kalau bisa jangan dipakai.

Lima.
Masih berpikir. bagaimana bisa dia menggantungkan sebutir cita-cita yang menakjubkan pada masa kecilnya. dan mengganti cita-citanya pada sebuah yang lebih realita dan masih pada jangkauan logika ketika sudah dewasa.

Enam.
Terus berpikir. bagaimana bisa pada sekolahnya ada segelintir mitos bahwa siswa kelas 12 selalu tertimpa masalah pada detik-detik menjelang kelulusan. mitos bahwa selalu terjadi skenario siswa ada yang tidak lulus pada tahun ganjil (2011, 2013), dan lulus semua pada tahun genap (2010, 2012). mencoba menalarkan kebenaran dari mitos tersebut dengan kejadian yang memang persis.

Tujuh.
Mungkin ini pemikiran terakhir. setelah berbagai pertanyaan, dia akhirnya menyingkap. bahwa kalimat-kalimat diatas adalah pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu untuk di jawab. misteri membuat beberapa hal menjadi unik, dan tidak membuka hal-hal yang telah terbungkus rapi. tidak perlu dibongkar. barang kali, waktu yang akan mencari tahu jawabannya.

Sabtu, 16 Maret 2013

Tentang Selanjutnya

Hari bergulir semakin mendekati Ujian Nasional. dan gue semakin rajin-rajinnya bermain. Iya, main.
Karena semakin dekat waktu sebuah perpisahan, semakin kuat rasa kebersamaan. Kata orang bijak sih kayaknya gitu.

 Mungkin sama seperti siswa lain, gue sedang berpikir bagaimana cara memberlakukan 20 paket UN dengan Tom n Jerry (yang sudah menjadi rahasia umum bagi peserta didik yang akan atau telah berhadapan dengan UN). gue sedang berpikir keras. Beruntung, ternyata posisi duduk saat UN gue ada di paling belakang. sangat beruntung, karena 3 tahun berada di SMA, gue selalu ada di posisi paling depan. selalu.

Saat pemilihan Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN beberapa waktu lalu, gue memilih
jangan permasalahkan fotonya.jangan.

sebenernya gue pesimis. bagaimana, berapa, seperti apa, lapangan kerja bidang Sastra Indonesia. tapi, mungkin Yang Kuasa akan menunjukkan jalan. Salam Super...market.