Minggu, 01 Juli 2012

reuni SD

Tanggal 29 kemarin, gue ada reunian SD. emang agak lebay sih, baru 5 tahun berpisah udah pada reunian. dan jarak tempat tinggal satu sama lain juga deketan. karena gak bisa semua ikut, jadi cuma ada 12 orang. lokasi di kelapa gading. iye, itu deket. irit ongkos.








para lelaki (ngakunya)

para wanita


dan foto yang ini.....
ini foto yang dinantikan

foto barusan itu gue bersama Imam. sedikit flesbek, dia itu cinta gue pada jaman esde, masa lalu. dia sekarang sekolah di Malaysia, dan akan melanjutkan college di Australia. jadi, jarang bisa bertemu. sangat jarang.

dan pada malamnya gue ngetweet gini:
dan tanpa diduga teman-teman sd gue ngeliat tweet ini dan rame-rame ngeledekin, ini beberapa:

pesan moral: jangan mengutarakan rasa kalian di media sosial jika masih ada teman-teman yang kepala batu.

Kamis, 17 Mei 2012

Terbelenggu Rindu

Lagi pengin ngeluarin kata-kata yang sebagaimana gue lagi bingung, galau, nahan kentut, pengen ngupil pake sendok.
gue seperti ingin menumpahkan segala kruwelan ikatan pemikiran di otak gue melalui tulisan ini. berbagai ide absurd yang sulit dicerna, gue ingin semua itu dipaparkan disini. tapi, gue bingung, gagasan apa yang harus gue katakan? gimana caranya gue ngegabungin, ngerapihin, ngebentuk kata-kata itu jadi kalimat-kalimat yang asoy untuk dibaca?

Dan tiba-tiba, gue mencoba memaparkan, entah apa....

Rindu
Rindu kadang menjadi candu
Rindu yang memaksaku terus dan terus merasakan itu
Perasaan tidak menentu yang menyiksa batinku
Ingin ku sirnakan keadaan hati yang kelabu
Dengan melihat fotomu
Akhirnya aku sadar, foto tak cukup mengatasi rindu
Karena hanya obat rindu yang pasti untuk sejumput rindu adalah..
Bertemu
Bertemu kamu.


"Rindu itu manusiawi. Rindu itu ditanggung sendiri." - Diah Ayu Wardani, 16 tahun, pelajar kehilangan jati diri.

Jumat, 02 Maret 2012

Ehem..

Cuma ngasih tau, gue udah memiliki:


Jadi bisa pamerin ke polisi lalu lintas.

Ps: jangan komentarin hidung gue, plis, jangan...

Sabtu, 18 Februari 2012

Apa sih 'Takdir' itu?

Kilas balik kemarin.
Kamis 16 Februari, sekolah gue ngadain pensi.
Jumat 17 Februari, tepat Billie Joe Armstrong berusia 40 tahun, dan tepat gue berusia 17 tahun. dihari itu, gue lebih banyak senyum mengucapkan 'iya, makasih ya amiin' ke orang-orang. Di hari itu, gue sempat beberapa kali menangis dan menyembunyikan ke teman-teman sekolah. saat ketahuan menangis, gue mengelak. Iya, nangis. Karena orang di rumah dan sebagian teman deket gue belum ngucapin. Sampai malam harinya, orang rumah dan 2 teman deket gue memberi kejutan. dan di tanggal 20, gue diberi kejutan oleh teman-teman sekolah.

Mungkin, di hari itu, gue ditakdirkan lahir tanggal 17 Februari, bertepatan dengan hari lahir sang idola, Billie Joe Armstrong. mungkin, di hari itu, gue ditakdirkan tersenyum di luar, dan menangis di dalam. mungkin, di malam itu, gue ditakdirkan diberi kejutan. mungkin, di tanggal 20, gue ditakdirkan diberi kejutan oleh teman-teman sekolah dan pulang dengan seragam basah disiram air tiga botol dan muka abstrak bekas peperan krim kue.

Oke, jadi, takdir, ya? takdir itu apa sih? setau gue, takdir itu adalah jalan hidup yang emang harus ditempuh sama seseorang, dirancang sama tuhan yang emang udah jelas end of the storynya itu bakakan gimana. dan, ya kita gak bakalan bisa lepas sama takdir itu.




Menurut Wikipedia sih, takdir itu:
"ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia."

Dan, katanya Raditya Dika di blognya sih gini: