Sabtu, 12 Maret 2011

Unrequited love 2

Masih nyambung sama postingan gue kemarin yang judulnya 'unrequited love' itu.
gak tau kenapa ya gue masih ngebahas tentang cinta tak terbalas.
background song: maliq and d'essentials - untitled.
ketika itu, gue lagi baca-baca lagi buku raditya dika yang ke 5, marmut merah jambu. gue nemu kata-katanya raditya dika di buku itu yang ngebuat gua langsung JLEB banget:
Unrequited love, atau cinta yang tak berbalas, adalah hal yang paling bisa bikin kita ngais tanah. Untuk tahu kalau cinta kita tak berbalas, rasanya seperti diberitahu bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkan orang tersebut. Rasanya, seperti diingatkan bahwa kita, memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang tersebut
setelah baca kalimat itu, gue diem sebentar. gue mikir. kok itu pas banget sama apa yang gue rasain sekarang. ya, gue mengalami unrequited love. mengalami cinta tak terbalas.

Minggu, 27 Februari 2011

webcam hari jumat

hari jumat, pelajaran matematika
guru matematikanya gak dateng, jadi kita memutuskan untuk webcaman, check it out
(gue yang pake kerudung, kacamata)







para makhluk yang ada di foto: gue, abil, icha, imam, dimas, yuni, azka

photos of X6

foto-foto ini diambil pada hari kamis, bertepatan pada hari guru
kado buat wali kelas

dan karena gak ada pelajaran, kota memutuskan untuk foto-foto

lambang SLOYO




Kamis, 24 Februari 2011

Unrequited Love

Cinta Tak Terbalas. 1 kalimat. 3 kata. 16 huruf yang bila mengalaminya bisa bikin kita ngais tanah.
Cinta Tak Terbalas adalah perasaan dimana kita mencintai seseorang namun orang itu tidak mencintai kita. nusuk banget.
Cinta Tak Terbalas bagaikan bunga yang rela madunya dihisap oleh lebah dan ketika lebah telah selesai dan pergi meninggalkan bunga, bunga tersebut akan layu dan mati.
Menurut gue, Cinta Tak Terbalas itu jahat banget. Kita udah ngebuang waktu untuk selalu mencari tau semua tentang orang yang kita cintai, kita udah mencintai dan menyayangi sepenuhnya orang yang kita cintai, tapi apa yang kita dapetin? kita cuma dapet rasa sakit hati pas tau kalo orang yang kita cinta itu ternyata gak mencintai kita.
ketika kita ngerasain yang namanya Cinta Tak Terbalas, kita langsung ngerasa terinjak-injak oleh dunia. kita ingin segera pergi dari kehidupan.
Ada 2 tipe orang yang mengalami Cinta Tak Terbalas:
1. Pendendam
tipe orang seperti ini jika mengalami rasa cinta yang tak terbalaskan, dia akan membenci orang yang dia cintai dan dia menginginkan orang yang dicintainya suatu saat akan merasakan hal yang sama, yaitu sakit hati akibat cinta yang tak terbalas.
2. ya.. sudahlah
tipe orang seperti ini hatinya sungguh mulia. bila dia mengalami cinta yang tak terbalaskan, dia hanya pasrah dan terima. dia berpikir "yah, memang nasib gue begini yaudah mau diapain lagi?". dia cuma bisa mendoakan orang yang dia cintai bahagia dengan siapapun.
gue cuma tau segitu aja. postingan ini terinspirasi dari pengalaman gue yang mengharapkan orang yang gue suka bisa suka juga sama gue. tapi... harapan itu gak sesuai dengan apa yang gue inginkan.

Selasa, 15 Februari 2011

on 17 february

sekarang hari apa? selasa. sekarang tanggal berapa? 15.
dua hari lagi hari apa? kamis. dua hari lagi tanggal berapa? 17. ya, HARI KAMIS TANGGAL 17!
ada apa dengan hari itu?
di hari selasa tanggal 17 bulan februari tahun 1995 jam 11 siang gue lahir di dunia. jadi, dua hari yang akan datang adalah hari lahir gue. gue ngerasa deg-degan khawatir takut atau apalah gitu dengan tanggal 17 februari. gue takut kalo ulang tahun gue gak berkesan, biasa aja, dan gak ada yang spesial. dan ada lagi hal yang gue takutin yaitu SEMUA ORANG PADA MINTA TRAKTIRAN! ah paling males kan kalo dimintain begituan. oke itu belum seberapa. gue takut kalo keluarga gue GAK ADA YANG NGUCAPIN. tega sekali bukan? oh bisa-bisa gue nguburin diri kalo satupun keluarga gak ada yang ngucapin. dan gue bakalan bilang "MAMA PAPA AKU INI ANAK SIAPAAA??!" kalo bisa, gue pingin hari kamis 17 februari 2011 di skip aja deh.
oke, kita lihat saja apa yang akan terjadi pada dua hari yang akan datang itu seperti apa.